Bagimu, hujan itu apa?

Bagimu, hujan itu apa?

                Tahu tidak? Hujan yang turun ke bumi di tiap musimnya, tidak pernah berkurang ataupun lebih besar kapasitasnya. Namun mengapa bisa terjadi banjir jika curah hujannya selalu sama? Bahkan pada wilayah yang sebelumnya tidak pernah banjir, mendadak terkena musibah mengerikan tersebut. Apakah itu salah Tuhan? Salah besar. Hal itu merupakan akibat perbuatan manusia sendiri. Apa mungkin satu gelas penuh air dituangkan ke dalam ember besar bisa meluap keluar, padahal jumlahnya selalu sama. Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan air di dalamnya meluap keluar, bagian bawah ember bocor contohnya.

                Bisa disimpulkan bahwa terdapat penyebab dibalik terjadinya banjir tersebut. Sehingga kita tidak bisa menyalahkan seenaknya pada hujan, atau bahkan kepada Tuhan. Daripada mencari kesalahan lebih baik instropeksi diri yang patut didahulukan. Hal ini akan menghindarkan kita dari berprasangka buruk terhadap banyak hal, dan selalu menjaga kita untuk berpikir positif. Anehnya, kebanyakan orang tidak sependapat atau belum mengetahui dengan pemikiran tersebut.

                Terlepas dari permasalahan itu, hujan memiliki penggemarnya sendiri. Aroma yang dihasilkan sesaat atau sebelum hujan menjadi magnet penarik bagi mereka pecinta hujan. Petrikor namanya. Banyak orang menyebut bahwa aroma hujan sangat menenangkan. Hasil reaksi air hujan dengan bakteri tanah, serta senyawa tanaman disekitarnya inilah yang membawa suasana tersebut.

                Aroma hujan akan sangat efektif tercium saat curah hujan tidak turun terlalu deras, melainkan sedang. Jika hujan turun terlalu deras, maka senyawa tanaman yang bereaksi dengan bakteri tanah akan terbentuk sedikit saja. Sehingga mempengaruhi kuatnya petrikor yang dihasilkan. Selain itu, kira-kira apa lagi yang terjadi ketika hujan turun? Benar, ialah petir. Hal ini dibenarkan oleh sebagian besar orang menjadi peristiwa yang paling tidak disukai saat hujan tiba.

                Petir memiliki kecenderungan untuk menyambar tempat yang paling tinggi disekitar tempat kejadiannya. Tidak salah jika banyak orang yang menyarankan untuk tiarap ketika muncul petir saat hujan, terutama bagi mereka yang sedang terkena hujan di area yang lapang. Petir terjadi hasil gesekan antara angin satu dengan lainnya, yang bergerak secara cepat sehingga menimbulkan cahaya dan suara gemuruh. Layaknya batu yang saling digesekkan mampu menghasilkan api, yang diterapkan orang-orang zama dulu untuk membuat api sesuai kebutuhannya.

                Tidak lupa adanya angin yang pasti turut menyertai turunnya hujan. Seperti pada penjelasan sebelumnya, angin menjadi penyebab terjadinya petir. Angin juga yang membawa hujan bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain, karena hujan memiliki kecenderungan bergerak terbawa angin. Dari tempat yang paling tinggi, angin biasanya membawa hujan bergerak menuju ke tempat yang lebih rendah.

                Hujan akan menjadi kenangan bagi mereka yang mempunyai peristiwa penting saat ia tiba. Hujan juga akan menjadi pembawa kenangan bagi mereka yang pernah mempunyai peristiwa tak terlupakan saat ia tiba. Hujan akan selalu ada di hati para Pluviophile, si pemuja hujan.

Author
Mohammad Anang23 posts

Remember to eat, sleep, and blink!



Related articles
0 Comments
  1. Tidak Ada Komentar.
Leave a Comment