Konflik Tentang Realita Motor Pilihan Laki-laki

Konflik Tentang Realita Motor Pilihan Laki-laki

Mayoritas laki-laki memiliki kegemaran dan kesenangan tersendiri jika menyangkut tentang sepeda motor. Ada yang penyuka motor tipe sport. Ada juga yang lebih nyaman menggunakan motor bebek biasa, ataupun motor matic yang dewasa ini menjadi yang terpopuler baik kalangan laki-laki maupun perempuan. Namun masalah ini akan sangat serius bagi laki-laki yang dibagi dari berbagai sudut pandang. Berikut beberapa bukti di lapangan:

Anak SMA cenderung memiliki selera yang lebih ekstrem jika dibanding laki-laki dewasa. Mereka lebih mementingkan tampang dibandingan dengan kebutuhan. Motor tipe sport memiliki daya tarik paling tinggi dibandingkan yang lainnya. Dari segi tampilan tidak banyak yang menyangkal jika motor sport itu keren. Selain fisik, kekuatan dan tenaga juga lebih garang dibandingkan motor standar biasa.

Memasuki usia puber memang sangat sensitif dengan jati diri masing-masing. Kemungkinan untuk mencoba hal baru sangat besar, termasuk pada pilihan kendaraan mereka. Hal ini menitikberatkan pada keinginan mereka untuk show off atau pamer, yang bertujuan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain, serta mengharapkan agar menjadi pusat perhatian di antara yang lain.

Padahal jika dilihat dari sisi kebutuhan, motor ini sangat tidak cocok untuk mereka yang sedang menempuh dunia pendidikan. Motor jenis ini sangatlah memberatkan, terutama pada perawatannya. Biaya untuk servis saja hampir dua kali lipat dibandingkan dengan motor bebek ataupun matic. Termasuk onderdil dan spare part yang suatu waktu dibutuhkan jika terjadi masalah pada salah satu bagian mesin motor tersebut. Bagi mereka yang sudah bekerja, apalagi yang telah memiliki banyak tanggungan pasti akan berpikir dua kali untuk memilih motor jenis ini. Hemat dan efisien menjadi pedoman hidup untuk mereka yang telah memasuki dunia karir.

Tapi tidak menutup kemungkina bagi mereka yang telah berkarir untuk memilih motor sport. Hal ini sebagian besar terjadi bagi mereka yang berusia masih muda, yaitu di bawah 25-an. Biasanya mereka masih belum memiliki banyak pengalaman hidup, sehingga masih menganggap bahwa tolak ukur bahagia adalah kesenangan tanpa memperdulikan kebutuhan.

Laki-laki yang sudah berkarir akan memilih motor sesuai kebutuhan mereka. Beberapa jenis motor yang akan mereka pilih adalah tipe bebek dan matic. Pilihan kedua akan menjadi favorit. Meskipun perawatannya lebih sedikit mahal dibandingkan dengan tipe bebek, namun kepraktisannya menjadi magnet kuat untuk digunakan para laki-laki pekerja sesuai dengan mobilitasnya masing-masing pada lingkungan kerjanya.

Biaya perawatannya tidak semahal motor sport, namun sedikit lebih susah karena teknologi yang dimilikinya mengakibatkan untuk memilih bengkel yang memiliki ketentuan standar motor matic. Efisiensi harga dan keterjangkauan bahan bakar yang dikonsumsi oleh motor jenis ini, juga dirasa menjadi penyebab pilihan para lelaki karir untuk mendukung aktivitas mereka. Apalagi motor jenis bebek yang memiliki efisiensi bahan bakar yang paling hemat dibandingkan yang lainnya. Kebutuhan servis dan onderdilnya juga paling murah.

Begitulah kenyataan yang sering terjadi di kalangan laki-laki, baik dari segi usia, karir, maupun pemikiran. Pernyataan ini juga diambil dari pengalaman penulis yang pernah mengalami kedua kasus tersebut di atas. Setidaknya semoga dapat menginspirasi pembaca untuk lebih bijak dalam melakukan pilihan dalam berbagai hal. See you!

Author
Mohammad Anang23 posts

Remember to eat, sleep, and blink!



Related articles
0 Comments
  1. Tidak Ada Komentar.
Leave a Comment