Persepsi Masyarakat Tentang Hal Baru

Persepsi Masyarakat Tentang Hal Baru

Seberapa sering kalian mengenal hal-hal baru? Setiap harikah, setiap minggukah, atau sangat jarang? Tidak segan untuk dipungkiri bahwa hal baru sering menjadi sebuah pelajaran bagi seseorang, bahkan kelompok. Mereka pula yang menjadi pengalaman bagi setiap korbannya, yang tak terlupakan atau sesaat saja. Hal baru memfokuskan pada sesuatu yang belum pernah terjadi pada kehidupan penerimanya, sehingga menimbulkan efek deg-degan ketika hal tersebut datang.

Wujudnya dapat berbentuk kepada berbagai hal, seperti benda, kejadian, tempat, individu, kelompok, dan lain-lain. Contohnya berupa benda, ia bisa berupa sepeda baru sebagai hadiah dari hasil nilai kita di sekolah waktu kecil dulu. Alhasil berbagai reaksi akan seketika muncul, senang, kaget, terharu, dan sebagainya. Pengalaman ini akan menjadi sangat berkesan jika memang hal baru tersebut sangat berarti buat kita. Akibat yang ditimbulkan akan cenderung ke arah positif. Kita akan menjadi lebih giat belajar dengan harapan akan diberikan kejutan yang lain jika prestasi kita semakin baik.

Contoh lain berupa kejadian, ia mampu berbentuk kenangan pahit saat kita tidak berhasil masuk ke perguruan tinggi idaman. Reaksi yang dihasilkan ialah kecewa, sedih, marah, kaget, dan lainnya. Pengalaman ini akan tidak terlupakan namun cenderung berakibat buruk. Kita akan sering melamun karena menyesali pengalaman tersebut, dengan tidak adanya harapan karenanya.

Efek dari masing-masing hal baru yang kita dapatkan baiknya hanya sesaat, khususnya untuk dampak yang buruk. Sesegera mungkin kita harus bangkit agar solusi mampu tercapai dengan tepat. Akan sangat bermanfaat sekali jika setiap pengalaman tersebut dijadikan sebagai pelajaran, guna memberikan kita rambu bahwa tidak selalu jalan itu lurus. Namun pada kasus ini penulis termasuk orang yang menyukai hal yang baru, menjadikannya tantangan dengan keseruan untuk memperoleh jawaban.

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Karena manusia dikarunia suatu sifat yang bernama keingintahuan. Jika rasa penasaran mulai muncul, maka berakibat pada rasa ingin tahu yang tinggi untuk menemukan jawaban dari semua pertanyaan yang bersahutan di dalam kepala. Sensasi pengalaman pada suatu keadaan yang belum pernah dialami pula menjadi salah satu faktor mengapa penulis menyukainya. Meskipun terkadang sudah direncanakan namun masih berupa ketidakpastian.

Menjadi sebuah keputusan jika pelajaran yang berhasil kita ambil dari pengalaman tersebut mau dibagikan kepada sesama. Biasanya berbentuk cerita yang sering disampaikan oleh orang tua kepada anaknya, atau berupa saran dari sebuah perbincangan antar teman saat nongkrong. Semakin sering kita bertemu hal baru maka akan semakin banyak pula pengalaman yang dapat dibagi.

Waktu tidak mampu menentukan kapan hal baru bisa terjadi. Begitu pula manusia yang hanya bisa merencanakan ketidakpastian. Semata-mata jalan takdir sudah ditentukan, sehingga kita hanya tinggal menjalani saja. Dengan penuh rasa ikhlas dan pasrah rute kehidupan harus dilalui tanpa mengabaikan do’a dan usaha guna mencapai hasil yang terbaik. Mampu berkata wajib hukumnya untuk melakukan. Terciptanya hal yang baru tercermin dari seberapa tinggi level kehidupan kita. Jika masih bayi tidak mungkin kita belajar perkuliahan. Tidak seimbang itu namanya. Sekian.

Author
Mohammad Anang23 posts

Remember to eat, sleep, and blink!



Related articles
0 Comments
  1. Tidak Ada Komentar.
Leave a Comment